Akibat Kebocoran Klep Jantung, B.J. Habibie Harus Dirawat Di Jerman

Baharuddin Jusuf Habibie atau yang akrab disapa B.J. Habibie atau eyang Habibie, kini terbaring lemah di sebuah rumah sakit di Munchen Jerman. Mantan Presiden RI ke-3 ini divonis mengalami kebocoran klep jantung. Kebocoran klep jantung bukanlah hal sepele yang bisa dianggap remeh. Mari simak penjelasan berikut tentang gangguan ini.

“Kami memohon agar seluruh masyarakat Indonesia, turut mendoakan agar kondisi kesehatan beliau pulih seperti sedia kala”

Ujar Rubijanto, selaku sekretaris pribadi B.J. Habibie saat mengeluarkan rilis kepada kalangan wartawan. Rubijanto juga menuturkan bahwa memburuknya kondisi kesehatan Pak Habibie bermula dari gejala sesak napas yang terjadi pada Selasa (27/02/2018).

Setelah tim dokter melakukan pemeriksaan, didapati adanya kebocoran pada klep jantung yang mengakibatkan penumpukan air pada paru-paru hingga 1,5 liter. Tensi darah pun naik di atas 180. Dokter menyarankan segera dilakukan tindakan operasi jantung. Namun, Habibie memilih pengobatan dengan metode yang lebih canggih.

 

Apa Itu Kebocoran Klep Jantung?

Jantung adalah sebuah organ pada manusia yang terdiri atas empat bagian ruangan yaitu bilik kanan, bilik kiri, serambi kanan, dan serambi kiri. Ruangan-ruangan ini dihubungkan oleh klep atau katup yang dapat membuka dan menutup sesuai dengan ritme dan aliran darah di jantung.

Di dalam organ jantung, terdapat empat katup, yaitu:

  • Katup trikuspid yang berada di antara serambi (atrium) kanan dengan bilik (ventrikel) kanan.
  • Katup mitral yang berada di antara serambi kiri dengan bilik kiri.
  • Katup pulmonal yang terletak di antara bilik kanan dengan pembuluh darah paru-paru (arteri pulmonaris).
  • Katup aorta yang terletak di antara bilik kiri dengan pembuluh darah arteri besar (aorta).

 

Katup-katup pada jantung ini berfungsi untuk memastikan aliran darah tidak bocor dan masuk kembali ke ruangan sebelumnya.

Ada dua kemungkinan yang akan terjadi jika katup-katup ini mengalami kelainan fungsi yaitu:

  • Stenosis (kaku), yaitu kondisi dimana katup menjadi kaku dan menebal sehingga bukaan katup mengecil atau tertutup sama sekali, dan bahkan bisa melebur menjadi satu. Kakunya katup ini membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah agar darah dapat mengalir melewati katup yang kaku tersebut. Kondisi ini dapat memicu terjadinya gagal jantung pada penderitanya.
  • Insufisiensi (lemah), yaitu kondisi dimana katup mengalami gangguan sehingga tidak dapat menutup dengan sempurna. Akibatnya darah dapat mengalir kembali ke ruangan atau bilik sebelumnya. Insufisiensi membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk mengimbangi jumlah darah yang mengalir kembali agar darah dapat terpompa ke seluruh tubuh. Inilah yang biasa dikenal dengan kebocoran klep jantung. Kondisi ini dapat terjadi pada keempat katup jantung dan dapat memicu kerusakan otot jantung.

Secara umum, kebocoran klep jantung dapat didefinisikan sebagai kondisi dimana katup pada jantung tidak berfungsi secara normal. Ketika katup tidak menutup kembali, aliran darah ke seluruh tubuh akan berkurang. Hal ini disebabkan karena darah sulit mengalir ke bilik jantung atau pembuluh darah seharusnya dan akhirnya bisa berbalik kembali ke dalam jantung.

Jika kebocoran terjadi di katup mitral, darah yang mengalir ke seluruh tubuh akan berkurang. Sedangkan jika katup trikuspid, katup pulmonal, atau katup aorta yang mengalami kebocoran, maka aliran darah ke paru-paru berkurang.

 

Gejala Dan Bahaya Kebocoran Klep Jantung

Kebocoran klep jantung dapat diakibatkan oleh beberapa faktor seperti:

  • Kelainan bawaan
  • Riwayat infeksi tertentu
  • Gaya hidup yang tidak sehat seperti pola makan tidak seimbang, kurang olahraga, atau merokok.

Kebocoran klep jantung sering tidak menunjukkan gejala di awal, sampai kebocoran sudah terjadi parah. Gejala biasanya baru muncul ketika sudah lebih dari satu katup yang mengalami kebocoran. Dalam kasus B.J. Habibie ini, beliau diketahui mengalami gejala sesak napas. Selain sesak napas, gejala lain yang dialami seseorang yang menderita kebocoran jantung adalah pembengkakan pada kaki (edema), jantung berdebar dengan cepat dan keras, kelelahan yang tidak lazim, nyeri dada, batuk darah, serta kepala yang terasa ringan dan bahkan sampai pingsan.

Diagnosis kebocoran jantung dapat dilakukan dengan melakukan pengecekan fisik, elektrokardiografi (EKG), ekokardiografi, MRI jantung, serta foto rontgen. Apabila diketahui kebocoran jantung sudah masuk tahap berat dan mengganggu aliran darah, maka ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan. Tindakan bedah dapat dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki katup yang rusak dengan cara dijahit atau penggantian katup secara mekanik dengan menggunakan bioprotesa binatang.

Jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, kebocoran klep jantung dapat mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan jantung dan paru-paru yang lebih serius. Komplikasi yang dapat diakibatkan oleh kebocoran klep jantung termasuk diantaranya adalah gagal jantung dan gagal napas akibat terlalu banyaknya penumpukan cairan di paru-paru.