Aorta Dissection, penyakit yang diderita Dahlan Iskan

Lama tak terdengar kabarnya, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan muncul dengan kabar yang mengejutkan. Melalui akun twitter pribadinya, beliau mengabarkan bahwa dirinya menderita penyakit Aorta Dissection atau biasa disebut Diseksi Aorta.

“Kalau ada yang bertanya Dahlan kemana beberapa bulan ini? Saya dirawat di salah satu RS karena menderita Aorta Dissection yang mengancam ke kematian dan sekarang saya menjadi manusia setengah bionic,” cuitnya di akun @iskan_dahlan.

Masyarakat awam mungkin masih asing dengan penyakit ini. Mungkin banyak yang bertanya-tanya seperti apa penyakit Aorta Dissection ini sampai beliau menyebutkan dirinya terancam kematian.

 

Apa itu Aorta Dissection?

Aorta merupakan arteri terbesar dalam tubuh manusia yang bersumber dari bilik kiri jantung dan membawa darah beroksigen ke semua bagian tubuh.

Aorta Dissection merupakan kondisi robeknya dinding pembuluh darah aorta. Darah kemudian mengalir melalui robekan tersebut sehingga menyebabkan lapisan dalam dan tengah aorta mengalami pemisahan (diseksi). Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan darah bocor dan keluar dari pembuluh darah yang berakibat kurangnya pasokan darah ke dalam organ tubuh.

Diseksi Aorta umumnya terjadi pada pria usia antara 60-70 tahun. Setiap tahunnya, sebanyak 4 dari 100.000 orang menderita penyakit Diseksi Aorta dan hampir 50% di antaranya meninggal dunia.

Penyakit ini banyak dialami oleh penderita hipertensi yang tidak mengontrol tekanan darahnya. Penyakit ini dapat menyebabkan pembuluh aorta pecah sewaktu-waktu.

 

Gejala Aorta Dissection

Gejala Diseksi Aorta mirip dengan gejala serangan jantung, yaitu nyeri hebat di dada yang menjalar ke bahu, leher, lengan, sampai punggung. Penderita bisanya juga mengalami sesak nafas, pusing, bahkan sampai tak sadarkan diri.

 

Pengobatan Aorta Dissection

Untuk memastikan adanya robekan atau tidak di dinding Aorta, dokter akan melakukan CT-Scan, MRI, atau Transesophageal echocardiography. Apabila memang diketahui pasien mengalami Aorta Dissection, pasien harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Sejumlah treatment harus dilakukan, seperti pemasangan monitor detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan. Inilah mengapa Dahlan Iskan menyabut dirinya sekarang sekarang seperti manusia setengah bionic. Karena alat-alat ini diperlukan untuk memantau kondisi pasien secara intensif.

Ada dua macam pengobatan untuk Aorta Dissection.

Yang pertama adalah pemberian obat yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah. Hal ini bertujuan untuk mencegah robekan aorta semakin parah.

Yang kedua adalah dengan melakukan operasi penggantian pembuluh darah aorta. Operasi dilakukan apabila diseksi mempengaruhi bagian utama aorta.

Pada masa dua minggu pengobatan biasanya pasien akan mengalami kondisi kritis. Selanjutnya apabila bisa bertahan, maka kemungkinan untuk bisa disembuhkan semakin besar.

 

Menghindari Aorta Dissection

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Jadi sebelum terlanjur terserang Diseksi Aorta, ada baiknya kita mencegah terjadinya penyakit ini. Beberapa upaya dapat dilakukan, seperti:

  1. Mengontrol tekanan darah
  2. Menjaga berat badan dan mengatur pola makan dengan baik. Perbanyak konsumsi makanan tinggi serat dan batasi konsumsi garam serta lemak.
  3. Berhenti merokok
  4. Olah raga dengan teratur.
  5. Saat berkendara gunakan sabuk pengaman untuk menghindari benturan atau trauma di dada.
  6. Konsultasi ke dokter secara rutin agar penyakit dapat dideteksi secara dini.

 

Meskipun risiko Aorta Dissection mengancam mereka yang sudah berusia lanjut, namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini menyerang usia yang lebih muda. Segera perbaiki gaya hidup yang tidak sehat dan konsultasikan ke dokter apabila mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas.