Banyak Minum Tapi Susah Buang Air Kecil, Waspadai Penyakit Ginjal

Banyak minum tapi susah buang air kecil, waspadai penyakit ginjal – Terkadang dalam sehari kita sudah meminum cukup air tetapi masih susah buang air kecil. Apakah ini tanda ada sesuatu yang tidak beres di dalam ginjal? Atau mungkin ada gejala infeksi pada saluran kandung kemih? Apakah ini kondisi yang berbahaya? Adakah solusi untuk mengatasinya?

Buang air kecil merupakan cara mengeluarkan limbah sisa metabolisme dari dalam tubuh. Limbah sisa penyaringan darah di dalam ginjal akan dikeluarkan bersama dengan air dalam bentuk urin. Banyaknya limbah yang dikeluarkan tergantung dari banyaknya input yang masuk ke dalam tubuh kita. Semakin banyak air yang kita konsumsi dan semakin banyak zat limbah yang dihasilkan oleh ginjal, semakin sering juga frekuensi buang air kecil.

Namun pada beberapa kasus terjadi hal sebaliknya. Seseorang sudah banyak meminum air, tetapi masih sulit untuk buang air kecil atau hanya buang air kecil sedikit-sedikit. Dalam kondisi normal, jumlah urin yang dikeluarkan dapat dihitung dengan 1 MI/kkg berat badan/jam. Misalnya seseorang yang mempunyai berat badan 60 kg berarti 60 ml x 24 jam. Jika dihitung maka hasilnya 1,8cc/kg/jam. Apabila kurang dari 1 cc/kg/jam berarti ada indikasi mengalami gangguan ginjal.

 

Sulit buang air kecil dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  1. Dehidarasi

Dehidrasi merupakan suatu kondisi kurangnya cairan di dalam tubuh. Kondisi tubuh yang tidak tercukupi cairannya akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Cairan memiliki fungsi untuk melarutkan limbah hasil penyaringan darah di dalam ginjal. Jika cairan di dalam tubuh kurang, maka urin yang dikeluarkan tubuh juga kurang. Inilah yang menjadi penyebab susah buang air kecil. Selain itu jika cairan tubuh kurang, maka limbah hasil penyaringan darah di dalam ginjal tidak bisa dilarutkan secara maksimal. Hal ini juga akan memicu timbulnya batu ginjal.

Dehidrasi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya panas yang sangat menyengat, keringat berlebih, diare, dan muntah. Hal ini harus segera diatasi aga tidak menyebabkan dehidrasi ekstrem yang dapat mengancam nyawa.

  1. Kurang minum air

Dalam satu hari idealnya seseorang harus minum minimal 8 gelas atau setara dengan 1,5 liter air. Jika kebutuhan air terpenuhi, maka urin dapat dikeluarkan dengan baik dan lancar. Namun jika kebutuhan air tidak terpenuhi, maka dapat menjadi penyebab susah buang air kecil.

  1. Pembesaran prostat

Pembesaran pada prostat dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan susah buang air kecil. Pembesaran prostat ini biasanya menyebabkan gejala jarang kencing, atau kencing namun sering tidak tuntas (anyang-anyangan).

  1. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih sering terjadi pada wanita. Hal ini diakibatkan oleh bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih dan kemudian menginfeksinya. Saluran kemih yang terinfeksi dapat menjadi penyebab jarang kencing atau sering kencing namun volumenya bekurang.

  1. Batu ginjal

Adanya batu di saluran kemih menyebabkan urin yang keluar menjadi terhambat. Hal ini berdampak pada urin yang dikeluarkan hanya sedikit, dan biasanya menimbulkan rasa sakit.

  1. Infeksi ginjal

Infeksi ginjal disebabkan oleh adanya bakteri dari saluran kemih yang naik ke ginjal dan menginfeksi di organ ginjal. Infeksi dapat juga disebabkan oleh faktor lain seperti faktor genetika atau penyakit autoimun.

  1. Gagal ginjal

Gagal ginjal dapat menyebabkan jarang buang air kecil, atau ingin buang air kecil namun urin tidak keluar atau keluar hanya sedikit/tidak tuntas. Gagal ginjal yang sudah parah akan mengharuskan penderita melakukan cuci darah. Dan jika kerusakan ginjal sudah tidak bisa ditoleransi lagi, upaya penyelamatan satu-satunya adalah transplantasi ginjal.

 

Ketika mengalami gangguan buang air kecil, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan sendiri secara manual:

  • Lakukan pijatan lembut pada kandung kemih untuk memaksimalkan kekosongan urin di dalamnya.
  • Tempelkan air hangat pada perut bagian bawah. Rasa hangat yang ditimbulkan akan merelaksasi organ-organ yang bertugas mengantarkan urin.

Selain melakukan perawatan sendiri seperti langkah di atas, mengatasi susah buang air kecil dapat dibantu dengan konsumsi obat herbal. Kami merekomendasikan Stonof sebagai solusi mengatasi berbagai permasalahan ginjal.

Stonof, merupakan obat herbal berbentuk kapsul yang sudah mengantongi ijin resmi dari badan POM. Terbuat dari 100% bahan-bahan alami tanpa tambahan zat kimia apapun. Jadi sudah dapat dipastikan keamanannya dan tidak menimbulkan efek samping ketika dikonsumsi.

Stonof memiliki banyak khasiat untuk kesehatan ginjal. Diantaranya sangat efektif untuk:

  1. Melancarkan buang air kecil
  2. Membantu menghancurkan dan meluruhkan batu ginjal
  3. Mengatasi radang saluran kemih
  4. Menghilangkan rasa sakit sebagai akibat dari penyakit batu ginjal
  5. Menghambat pembentukan dan pengendapan batu di dalam ginjal
  6. Membersihkan tumpukan zat racun di ginjal
  7. Memperbaiki sistem ginjal dan fungsi ginjal
  8. Meningkatkan daya tahan tubuh

Dapatkan produk Stonof di sini!