Bagaimana Cara Mengobati Mata Silinder atau Astigmatism?
  • uniherba
  • Info dan Tips
  • Komentar Dinonaktifkan pada Bagaimana Cara Mengobati Mata Silinder atau Astigmatism?

Di dunia ini, tidak semua orang memiliki kondisi mata normal. Ada sebagian orang yang mengalami gangguan penglihatan. Salah satunya adalah mata silinder. Meskipun mata silinder ini merupakan bawaan sejak lahir, namun teknologi saat ini sudah mampu mengobati mata silinder.

Apa yang menyebabkan mata silinder?

Mata silinder (Astigmatism) adalah kondisi dimana mata mengalami penglihatan kabur atau berbayang. Hal ini disebabkan oleh bentuk kornea yang tidak mencembung dengan sempurna. Kornea merupakan bagian terluar dari mata yang mempunyai fungsi menerima dan meneruskan cahaya ke bagian dalam mata yang berakhir di retina.

Normalnya, bentuk kornea dengan lensa mempunyai kelengkungan yang sama. Kornea dan lensa yang terbentuk sempurna akan membiaskan cahaya dengan cara yang sama sehingga menghasilkan gambar tajam yang terfokus pada retina.

Namun ketika kornea tidak berbentuk sempurna, cahaya yang masuk tidak dapat diteruskan secara sempurna ke retina. Akibatnya, di segala jarak penglihatan menjadi kabur.

 

Secara garis besar, Astigmatism dibedakan menjadi 2, yaitu:

  1. Astigmatism Regular

Astigmatism regular terjadi apabila meredian-meredian utamanya mempunyai arah tegak lurus. Meredian merupakan bagian sistem optis bolamata dimana terdapat daya bias terlemah dan terkuat. Astigmatism jenis ini dapat ditolong dengan kacamata silinder. Jika penggunaan kaca silinder tepat, maka dapat dihasilkan penglihatan yang normal.

  1. Astigmatism Irregular

Astigmatism irregular terjadi apabila meredia-meredian utamanya tidak saling tegak lurus. Hal ini bisa disebabkan oleh ketidakberaturan kontur permukaan kornea maupun lensa. Astigmatism jenis ini tidak dapat ditolong dengan lensa kacamata maupun softlens.

Jika Astigmatism disebabkan hanya oleh ketidakberaturan kontur kornea masih dapat ditolong dengan hard contact lens atau operasi Lasik.

Umumnya mata silinder merupakan bawaan sejak lahir, namun tidak jarang ada yang muncul seiring dengan proses pertumbuhan. Mata silinder juga dapat disebabkan karena sering menggosok mata dengan keras. Hal ini dapat terjadi pada anak yang menderita alergi konjungtivitis. Akan tetapi hal ini sangat jarang terjadi.

 

Bagaimana gejala mata silinder?

Mata silinder biasanya ditandai dengan tegangnya mata setelah melakukan aktivitas penglihatan untuk waktu yang cukup lama hingga menimbulkan sakit kepala. Penderita mata silinder biasanya sering memicingkan mata ketika melihat sesuatu.

Selain itu ada beberapa gejala mata silinder lainnya, seperti:

  1. Penglihatan buram dan berbayang
  2. Mata sering lelah
  3. Silau ketika berkendara pada malam hari
  4. Sakit kepala ketika fokus melihat benda
  5. Pada anak-anak sulit untuk fokus terhadap garis

 

Bagaimana cara mengobati mata silinder?

Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengobati mata silinder, antara lain:

  1. Penggunaan kacamata

Penderita mata silinder dapat ditolong dengan kacamata berlensa khusus agar mendapatkan penglihatan normal.

  1. Penggunaan lensa kontak

Untuk penderita Astigmatism reguler dapat ditolong dengan softlens yang didesain khusus. Akan tetapi, untuk penderita Astigmatism irreguler harus menggunakan hard contact lens untuk membantu mendapatkan penglihatan normal.

  1. Photorefractive Keratectomy (PRK)

operasi ini dilakukan dengan menghilangkan lapisan epitel pada kornea untuk mengubah bentuk kornea yang tidak sempurna. Sekarang prosedur ini jarang dilakukan setelah adanya operasi Lasik dan Lasek.

  1. Operasi Lasik

Berbeda dengan PRK, prosedur operasi ini adalah mengubah bentuk kornea dengan menggunakan laser. Lapisan permukaan kornea dibuka, selanjutnya laser digunakan untuk mengubah bentuk lapisan yang ada di bawah permukaan yang dibuka tadi.

  1. Operasi Lasek

Lasek hampir sama dengan Lasik. Hanya saja lapisan yang dibuka hanya setebal lapisan epitel, lebih tipis dari operasi Lasik.

 

Jika Anda adalah penderita mata silinder, ada banyak pilihan untuk membantu Anda mendapatkan penglihatan yang normal. Namun sebaiknya konsultasikan ke dokter mata sebelum Anda memilih opsi pengobatan yang tepat.