Cegah Kanker Serviks, Ini Tips Menjaga Kebersihan MissV Saat Haid

Menjaga kebersihan missV merupakan hal yang sangat penting bagi wanita. Terlebih jika sedang dalam kondisi menstruasi. Perubahan hormonal yang terjadi saat menstruasi akan meningkatkan kelembapan area missV. Hal ini mengakibatkan missV rentan terkena infeksi bakteri, jamur, dan parasit. Namun banyak wanita yang belum tahu bagaimana cara membersihkan missV dengan benar.

Menstruasi merupakan proses biologis yang normal dialami oleh kaum perempuan. Namun belum semua wanita paham bagaimana menjaga kesehatan dan kebersihan area kewanitaan selama menstruasi. Kurangnya pengetahuan menyebabkan area kewanitaan tidak dibersihkan dengan benar. Hal ini menyebabkan terjadinya berbagai infeksi seperti keputihan, iritasi, gatal,  bau tak sedap, bahkan berisiko menyebabkan kanker serviks.

Penggunaan pembalut dan adanya darah menstruasi juga dapat memengaruhi keseimbangan pH missV yang akan semakin meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Kadar bakteri baik yang ada di missV akan mengalami perubahan yang menimbulkan kondisi yang ideal bagi bakteri jahat dan jamur untuk berkembang. Oleh karena itu, wanita harus sering-sering membersihkan vagina agar tetap sehat dan wangi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menstruasi antara lain menjaga kebersihan menstruasi, mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut, serta mengenali gejala menstruasi yang tidak normal.

Sebenarnya missV punya kemampuan secara alami membersihkan diri dengan cara mengeluarkan cairan yang bersifat seperti air liur. Cairan ini berfungsi membersihkan missV dari bakteri yang bisa menyebabkan infeksi. Akan tetapi jika tidak dibersihkan secara benar justru akan menyebabkan terjadinya vaginitis, infeksi saluran kencing, dan berbagai penyakit infeksi lainnya.

 

Untuk menjaga kebersihan missV selama masa menstruasi dapat dilakukan dengan beberapa tips berikut ini:

  1. Rutin mengganti pembalut

Tidak ada patokan khusus harus berapa kali mengganti pembalut dalam sehari. Hal ini tergantung dari banyaknya darah yang dikeluarkan. Namun idealnya seorang wanita harus mengganti pembalut sebanyak 4-6 kali dalam sehari untuk menjaga missV agar tetap bersih dan wangi.

  1. Membersihkan missV dengan benar

Sebagian besar wanita masih salah dalam membersihkan area sekitar missV. Kebanyakan dari mereka, membasuh organ kewanitaan dari arah belakang ke depan. Hal ini bukannya membuat missV bersih, tapi justru dapat menyebabkan bakteri berpindah dari area saluran kencing menuju sekitar vagina.

Cara membersihkan missV yang benar adalah dari arah belakang ke depan dengan air mengalir. Setelah dibasuh, selalu keringkan area missV agar tidak lembap dan menjadi sarang tumbuhnya bakteri dan jamur.

  1. Memilih antiseptik kewanitaan yang tepat

Dalam kondisi normal, tingkat pH vagina adalah sekitar 3,8–4,5. Dan saat menstruasi tingkat keasaman dapat meningkat akibat adanya proses hormonal dalam tubuh wanita yang meningkatkan kelembapan pada area sekitar vagina. Adanya darah juga meningkatkan risiko tumbuhnya jamur dan bakteri yang dapat mengurangi jumlah bakteri baik yang berfungsi menjaga tingkat keasaman alami vagina.

Penggunaan sabun pembersih yang sembarangan justru akan menimbulkan iritasi pada missV. Pilih antiseptik yang tidak mengandung sabun serta mempunyai pH yang sesuai dengan missV. Satu yang harus diingat, antiseptik hanya digunakan untuk membersihkan bagian luar organ intim, bukan bagian dalam yang justru dapat membunuh bakteri baik.

  1. Mencukur rambut kemaluan

Rambut kemaluan yang terlalu banyak dan terlalu panjang dapat menyebabkan darah haid menggumpal. Jika tidak dibersihkan dengan benar, darah yang menggumpal dan menempel pada rambut kemaluan dapat menjadi tempat tumbuhnya jamur dan bakteri. Oleh karena itu rambut kemaluan harus dicukur setiap sebelum datang bulan. Gunakan alat pencukur dengan benar dan dengan sangat hati-hati agat tidak melukai missV.

  1. Memakai celana dalam yang tepat

Pemakaian celana dalam juga berpengaruh terhadap kebersihan missV. Penggunaan celana dalam yang salah dapat menyebabkan berbagai masalah pada area kewanitaan, seperti keputihan dan bau badan tak sedap.

Untuk menjaga agar missV tetap bersih dan sehat, sebaiknya gunakan celana dalam yang berbahan katun. Celana katun mempunyai kemampuan yang baik dalam menyerap keringat, terutama di area kewanitaan. Keringat di sekitar missV yang tidak terserap dengan baik dapat menjadi tempat yang disukai oleh bakteri dan jamur untuk berkembang biak.

 

Menjaga kebersihan missV artinya juga menjaga diri dari berbagai risiko penyakit pada organ kewanitaan termasuk kanker serviks. Apabila Anda sudah membersihkan missV dengan benar namun masih terjadi gangguan pada daerah intim, segera konsultasikan ke dokter untuk segera mendapat penanganan yang tepat.