Herbal Alami Mengobati Gagal Ginjal; Cepat dan Efektif

Herbal Alami Mengobati Gagal Ginjal, Cepat dan EfektifGinjal merupakan organ manusia yang berfungsi menyaring darah yang akan dialirkan ke seluruh tubuh. Ginjal manusia terdiri dari 2 buah bagian menyerupai kacang merah yang berada di bagian kanan dan kiri tubuh, tepat di atas pinggang. Ginjal berperan dalam membersihkan darah dengan menyaring limbah dan kelebihan air yang akan dikeluarkan dalam bentuk urin.

Selain menyaring limbah tubuh, ginjal mempunyai fungsi penting lainnya, diantaranya:

  1. Menyeimbangkan kadar garam, mineral, dan kadar asam dalam darah
  2. Membantu mengatur tekanan darah
  3. Mengatur kerja otot jantung
  4. Menghasilkan Eritropoetin, yaitu hormon yang berfungsi dalam pembentukan sel darah merah
  5. Menghasilkan Renin, yaitu enzim yang berperan dalam mengatur tekanan darah
  6. Menghasilkan senyawa aktif yang berasal dari vitamin D yang berfungsi menjaga kesehatan tulang

Ketika ginjal mengalami kerusakan maka limbah dan kelebihan cairan akan menumpuk di dalam tubuh dan dapat mengakibatkan terjadinya pembengkakan di beberapa organ tubuh, muntah, lemah, bahkan sesak napas. Jika kondisi ini tidak segera ditangani akan menyebabkan kondisi yang lebih serius dan berakibat fatal.

Biasanya gejala penyakit ginjal sangat cepat sehingga harus diwaspadai diantaranya adalah sering buang air kecil, rasa nyeri saat buang air kecil dan biasanya urin berbau dan nyeri punggung. Jika gejala disertai dengan infeksi, diare, serta diikuti dengan demam tinggi atau terasa menggigil,  dapat menghilangkan nafsu makan.

 

 

Ada beberapa jenis penyakit ginjal, antara lain:

  1. Infeksi Ginjal

Infeksi ginjal merupakan kondisi dimana bakteri dari kandung kemih menyabar ke ginjal. Kondisi ini biasanya terjadi akibat komplikasi infeksi saluran kandung kemih.

 

  1. Batu Ginjal

Batu ginjal adalah kondisi dimana ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Yaitu ginjal tidak mampu menyaring garam dan mineral sehingga tertimbun dan mengeras. Hal ini biasanya diakibatkan oleh terlalu pekatnya urin sehingga garam dan mineral mengkristal.

 

  1. Penyakit Ginjal Polikistik

Ginjal Polikistik merupakan kondisi dimana muncul kista (kantong berisi cairan) yang berkelompok di dalam ginjal. Penyakit ginjal polikistik merupakan penyakit keturunan dan tidak ganas, namun dapat mengakibatkan penurunan fungsi ginjal.

 

  1. Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal akut merupakan kondisi dimana ginjal secara tiba-tiba tidak dapat berfungsi secara normal. Gagal ginjal akut memiliki tiga penyebab utama:

  • Kurangnya aliran darah ke ginjal
  • Kerusakan pada ginjal itu sendiri
  • Penyumbatan urin dari ginjal.

 

Selain tiga penyebab utama di atas, ada beberapa penyebab gagal ginjal akut:

  1. Sebuah luka trauma pada ginjal yang disertai dengan kehilangan darah
  2. Sering mengalami perdarahan, diare, atau muntah dan menyebabkan dehidrasi
  3. Kelainan pembuluh darah misalnya saja mengalami inflamasi yang membuat pembuluh darah utama terganggu fungsinya untuk mengalirkan darah ke ginjal
  4. Gangguan kesehatan radang dinding pembuluh darah yang membuat darah tidak bisa mengalir ke ginjal
  5. Gagal jantung atau hati yang membuat volume darah ke ginjal berkurang
  6. Efek samping obat-obatan yang dikonsumsi dalam jangka panjang
  7. Kerusakan ginjal karena shock selama infeksi berat
  8. Obstruksi aliran urin, seperti akibat pembesaran prostat
  9. Komplikasi kehamilan, seperti eklampsia dan preeklampsia, atau terkait Syndrome HELLP

 

Gejala yang muncul dari kondisi gagal ginjal kronis antara lain:

  • Susah buang air kecil
  • Pembengkakan pada kaki
  • Selera makan menghilang
  • Mual dan muntah berlebih
  • Merasa cemas, bingung, dan sering mengantuk
  • Nyeri pada tubuh bagian samping atau punggung di bawah tulang iga

 

  1. Penyakit Ginjal Kronis

Penyakit Ginjal kronis merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan fungsi ginjal yang menyebabkan kerusakan ginjal dan menetap selama kurun waktu yang cukup lama. Ini merupakan akibat dari beberapa faktor yang menyebabkan hilangnya fungsi ginjal dan menyusutkan ukuran ginjal.

 

Gagal ginjal kronis dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya:

  1. Diabetes tipe 1 atau tipe 2
  2. Tekanan darah tinggi
  3. Glomerulonefritis, radang unit penyaringan ginjal (glomerulus)
  4. Nefritis interstitial, radang tubulus ginjal dan struktur sekitarnya
  5. Penyakit ginjal polikistik
  6. Obstruksi berkepanjangan pada saluran kemih, dari kondisi seperti prostat membesar, batu ginjal dan beberapa jenis kanker
  7. Vesikoureteral refluks, suatu kondisi yang menyebabkan urine untuk kembali ke ginjal
  8. Infeksi ginjal berulang, juga disebut pielonefritis

 

Beberapa gejala umum Gagal ginjal kronis adalah sebagai berikut:

  • Anemia
  • Urin berwarna lebih gelap bahkan mengandung darah
  • Berkurangnya frekuensi buang air kecil
  • Pembengkakan bagian tubuh
  • Gangguan sulit tidur (Insomnia)
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Menghilangnya selera makan
  • Kram otot
  • Nyeri pada tubuh bagian samping
  • Kadar protein yang tidak normal pada air kemih
  • Sakit kepala hebat
  • Perubahan berat badan secara tiba-tiba
  • Tekanan darah tinggi
  • Gagal fungsi ereksi pada pria

 

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis, yaitu:

  • Merokok
  • Penderita Diabetes
  • Penderita Tekanan darah tinggi
  • Penderita Penyakit jantung
  • Kolesterol tinggi
  • Obesitas
  • Riwayat keluarga yang mempunyai penyakit ginjal
  • Orang Afrika, penduduk asli Amerika, atau orang Asia
  • Usia 65 tahun atau lebih

Diagnosis penyakit ginjal dapat dilakukan dengan tes urin. Yaitu dengan mengukur kadar albumin dalam urin. Albumin sendiri merupakan salah satu jenis protein yang seharusnya hanya ada di dalam darah. Jika urin mengandung albumin, hal ini mengindikasikan bahwa ginjal tidak berfungsi dengan baik. Hal ini juga mempengaruhi kadar albumin dalam darah yang secara otomatis menurun.

Selain tes urin dapat juga dilakukan tes darah. Yaitu dengan mengukur kadar kreatin dalam darah. Ginjal yang normal akan membuang kreatin dari dalam darah. Oleh karena itu jika ditemukan kreatin dalam darah hal ini berarti ginjal tidak berfungsi secara normal.

Untuk memastikan kemungkinan terjadinya batu ginjal dan penyakit ginjal polikistik dapat dilakukan dengan USG dan CT Scan ginjal dan saluran kemih. Dokter juga kemungkinan akan merekomendasikan dilakukan biopsi ginjal untuk mengambil contoh jaringan ginjal dan selanjutnya melakukan uji laboratorium untuk menentukan penyebab masalah ginjal yang dialami.

 

Pengobatan Penyakit Ginjal

Pengobatan penyakit ginjal dapat dilakukan sesuai dengan penyebab dan jenisnya. Beberapa pengobatan penyakit ginjal yang dapat dilakukan:

  1. Obat-obatan

Obat yang diberikan biasanya adalah obat yang dapat mengontrol tekanan darah dan obat yang dapat mengurangi kadar protein di dalam urin. Sedangkan untuk infeksi ginjal biasanya diberikan antibiotik selama kurang lebih dua minggu.

 

  1. Terapi batu ginjal

Untuk batu ginjal yang lunak dan masih berukuran kecil, tidak memerlukan tindakan khusus. Biasanya dokter akan menyarankan untuk memperbanyak minum air putih. Meminum air putih minimal 3 liter setiap hari dapat membersihkan saluran kandung kemih. Biasanya dibantu dengan paracetamol serta obat yang dapat melemaskan otot kandung kemih yang dapat membantu mengeluarkan batu tanpa rasa nyeri.

Akan tetapi jika ukuran batu sudah cukup besar dan tidak memungkinkan dikeluarkan secara alami, maka ada beberapa opsi yang dapat dilakukan:

  • Extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL). Yaitu dengan menggunakan gelombang suara yang menghasilkan getaran dari mesin ESWL. Caranya adalah dengan menghancurkan batu menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga dapat keluar bersama dengan urin.
  • Ureteroscopic Lithotripsy (URS). Yaitu dengan cara memasukkan selang yang dilengkapi dengan kamera ke dalam saluran kemih melalui lubang tempat urin keluar. Kemudian batu dihancurkan dengan alat khusus sehingga menjadi ukuran yang lebih kecil agar dapat dikeluarkan bersama dengan urin.
  • Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL). Prosedur ini dilakukan dengan mengambil batu di dalam ginjal dengan alat khusus yang dimasukkan melalui punggung. Tindakan ini membutuhkan pembiusan (anestesi) umum.

 

  1. Terapi pengganti ginjal

Jika ginjal sudah tidak dapat menjalankan fungsinya sama sekali, satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengganti tugas ginjal. Ada beberapa cara, diantaranya:

  1. Dialisis (Cuci Darah)

Ketika ginjal sudah tidak dapat berfungsi, tugas ginjal dapat digantikan dengan metode cuci darah. Prosedur cuci darah adalah dengan memasang alat yang dihubungkan langsung dengan pembuluh darah. Biasanya akan dipasang akses di lengan atau tungkai untuk menghubungkan alat dengan pembuluh darah arteri dan vena.

Namun pada kondisi darurat, biasanya dipasang kateter (selang seperti infus) di pembuluh darah vena pada leher.

  1. Continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD)

Sama seperti cuci darah, CAPD dilakukan dengan memasang akses permanen berupa selang yang dipasang melalui selaput pada dinding perut untuk mencuci darah. Cairan dimasukkan ke dalam selang dan didiamkan beberapa waktu kemudian dibuang.

  1. Cangkok ginjal atau transplantasi ginjal

Transplantasi merupakan suatu metode dimana dilakukan pemindahan ginjal dari donor dan ditanamkan ke dalam tubuh penderita. Sebelum dilakukan transplantasi, harus dilakukan beberapa pemeriksaan untuk menentukan apakah ginjal yang akan didonorkan benar-benar cocok dengan penerima. Setelah selesai dilakukan proses cangkok, pasien akan diberikan sejumlah obat agar tubuh dapat menerima organ donor. Bila transplantasi sukses, pasien tidak perlu menjalani terapi ginjal yang lain.

 

Mencegah Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal dapat dicegah dengan beberapa cara seperti:

  1. Menerapkan pola hidup sehat

Agar terhindar dari penyakit ginjal sebaiknya hindari rokok dan hindari konsumsi alkohol karena akan merusak fungsi kerja ginjal. Bagi penderita diabetes dan hipertensi, sebaiknya rajin mengontrol tekanan gula darah dan tekanan darah agar tetap terkontrol dan tidak merusak ginjal.

Bagi yang memiliki masalah obesitas, sebaiknya lakukan usaha untuk menurunkan berat badan. Jaga berat badan agar tetap ideal salah satunya dengan rutin melakukan olahraga.

 

  1. Mengubah pola diet

Ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk membantu mencegah penyakit ginjal. Sebaliknya, beberapa makanan perlu dihindari karena dapat meningkatkan kadar garam dalam ginjal. Misalnya garam dan sodium aditif yang banyak terdapat pada makanan cepat saji. Mengolah makanan sendiri merupakan langkah paling tepat untuk menghindari munculnya penyakit ginjal.

Sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi untuk membuat pola diet yang tepat untuk mencegah terjadinya penyakit ginjal.

 

 

Stonof, Herbal Alami Mengatasi Berbagai Masalah Ginjal

Jika Anda mempunyai masalah dengan ginjal, tidak perlu khawatir. Karena sekarang ada produk yang dapat membantu mengatasi masalah ginjal Anda.

Stonof, merupakan obat herbal berbentuk kapsul yang sudah mengantongi ijin resmi dari badan POM. Terbuat dari 100% bahan-bahan alami tanpa tambahan zat kimia apapun. Jadi sudah dapat dipastikan keamanannya dan tidak menimbulkan efek samping ketika dikonsumsi.

Stonof memiliki banyak khasiat untuk kesehatan ginjal. Diantaranya sangat efektif untuk:

  1. Membantu menghancurkan dan meluruhkan batu ginjal
  2. Mengatasi radang saluran kemih
  3. Menghilangkan rasa sakit sebagai akibat dari penyakit batu ginjal
  4. Menghambat pembentukan dan pengendapan batu di dalam ginjal
  5. Membersihkan tumpukan zat racun di ginjal
  6. Memperbaiki sistem ginjal dan fungsi ginjal
  7. Meningkatkan daya tahan tubuh

 

 

Dapatkan produk Stonof di sini!