Kebiasaan yang Menjadi Penyebab Berkurangnya Sperma Pada Pria

Kesuburan seorang pria ditentukan oleh jumlah dan kualitas spermanya. Namun ada beberapa kebiasaan yang dapat menjadi penyebab berkurangnya sperma. Apa saja kebiasaan tersebut? Apakah Anda sering melakukannya?

Pada setiap proses ejakulasi, jumlah sperma yang dihasilkan oleh pria tidaklah sama. Semakin banyak jumlah sperma yang dihasilkan saat ejakulasi, maka peluang untuk membuahi sel telur juga semakin besar. Hal ini berarti peluang untuk mendapatkan keturunan juga semakin besar.

Normalnya jumlah sperma yang dihasilkan dalam satu kali ejakulasi adalah sekitar 15 juta hingga lebih dari 200 juta sperma per mililiter air mani. Namun ada kalanya pria memiliki jumlah sperma yang lebih rendah yaitu kurang dari 15 juta sperma per mililiter atau kurang dari 39 juta sperma per ejakulasi.

Berkurangnya jumlah sperma juga berarti berkurang juga tingkat kesuburan pria. karena peluang sperma untuk membuahi sel telur juga semakin rendah. Yang menjadi pertanyaan adalah apa sebenarnya yang menjadi penyebab berkurangnya sperma pada pria ini?

 

Berikut beberapa kebiasaan yang dapat menjadi penyebab berkurangnya sperma pada pria:

  1. Sering berendam di air panas

Sebuah penelitian di University of California telah membuktikan bahwa suhu terlalu panas bisa berakibat buruk pada testis dalam memproduksi sperma. Suhu ideal bagi testis adalah lebih rendah beberapa derajat dari suhu tubuh. Itulah mengapa testis berada menggantung di luar tubuh.

Testis yang terlalu lama terendam air panas dapat terganggu fungsinya dalam memproduksi sperma. Hal ini berakibat sperma yang dihasilkan jauh lebih sedikit daripada kondisi normal.

  1. Merokok

Selain tidak baik untuk kesehatan paru-paru, rokok juga telah terbukti memengaruhi kualitas dan kuantitas sperma pada pria. Kebiasaan merokok dapat menurunkan jumlah sperma, apalagi jika dilakukan secara terus-menerus. Bukan tidak mungkin merokok menjadi penyebab kemandulan pada pria karena kualitas dan kuantitas sperma menurun.

  1. Menyimpan ponsel di saku celana

Kebiasaan menyimpan ponsel di saku celana dapat menjadi penyebab berkurangnya sperma. Hal ini diakibatkan oleh adanya peningkatan suhu dan aktivitas elektromagnetik pada handphone. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Reproductive BioMedicine, sebanyak 47 persen kasus seperti ini telah ditemukan terutama pada pria yang menyimpan ponselnya di saku celana sepanjang siang hari.

Selain menurunkan jumlah sperma, kebiasaan ini juga mengakibatkan penurunan tingkat motilitas (gerakan sperma), dan bentuk sperma. Hal ini berarti menurunkan tingkat kesuburan seorang pria.

  1. Kurang tidur

Kurangnya jam tidur pada pria dapat memengaruhi kemampuan sperma dalam membuahi sel telur. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Fertility & Sterility telah membuktikan bahwa pria yang tidur kurang dari 6 jam semalam memiliki kemampuan sperma 31 persen lebih rendah untuk membuahi sel telur dibandingkan dengan mereka yang memiliki jam tidur cukup.

Akan tetapi, tidur terlalu lama juga tidak baik untuk kesuburan. Pola tidur sehat yang dianjurkan adalah sekitar 7 sampai 8 jam per malam untuk mendapatkan manfaat maksimal.

  1. Demam

Demam tinggi juga bisa menyebabkan gangguan pada produksi sperma sementara pada seorang pria. Hal ini dikarenakan saat kondisi demam, seluruh tubuh pria menjadi panas, termasuk bagian testis.

Produksi sperma membutuhkan waktu selama 72 hari. Oleh karena itu, jika pria mengalami demam selama 2 hari maka jumlah sperma akan pulih dan kembali dalam jumlah normal pada jangka waktu 2 hingga 3 bulan ke depan.

  1. Konsumsi alkohol dan kafein

Konsumsi minuman beralkohol dapat menyebabkan terjadinya penurunan kadar hormon testosteron. Hal ini berarti kualitas dan jumlah sperma pun akan menurun. Pria yang meminum alkohol sebanyak lima kali atau lebih dalam seminggu sperma 33 persen lebih rendah dibandingkan dengan pria yang tidak mengonsumsi alkohol.

Alkohol tidak hanya memengaruhi jumlah sperma, namun juga bisa menuurunkan gairah seksual dan bahkan menyebabkan impotensi.

Selain alkohol, konsumsi kafein yang berlebihan juga bisa menurunkan jumlah sperma. Namun bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsinya. Konsumsi kafein yang masih berada pada level aman adalah 1 sampai 2 cangkir per hari.

  1. Bahan kimia

Bahan kimia dan beracun seperti pestisida, pelarut, dan berbagai logam berat lainnya bukan hanya dapat menurunkan jumlah sperma, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kelainan sperma.

Salah satu zat kimia yang paling berbahaya adalah BPA yang ditemukan dalam plastik seperti botol air minum, wadah makanan, serta lapisan kaleng alumunium. Sebuah penelitian membuktikan bahwa pria yang memiliki tingkat BPA yang lebih tinggi di dalam urinenya memiliki jumlah dan kualitas sperma yang lebih rendah dibandingkan dengan pria yang tingkat BPAnya rendah.

Oleh karena itu, hindari penggunaan botol minum dan wadah makanan yang terbuat dari plastik dan kaleng. Lebih baik selalu bawa botol minum sendiri dan pastikan tertera tulisan BPA free saat membelinya.

Dan bagi pria yang setiap hari bekerja di lingkungan yang banyak racun, selalu gunakan pakaian pelindung dan masker wajah agar terhindar dari paparan zat berbahaya secara langsung.

  1. Suplemen Testosteron dan Steroid

Suplemen testosteron biasanya dikonsumsi oleh mereka yang memiliki gairah seksual yang rendah. Padahal konsumsi testosteron buatan ini akan menurunkan produksi testosteron alami dari dalam tubuh. Jika produksi testosteron alami berkurang, maka produksi sperma pun akan menurun. Yang berarti jumlah sperma yang dihasilkan pun juga akan mengalami penurunan.

Sedangkan steroid anabolik merupakan zat sintetis yang mirip dengan hormon testosteron yang biasanya digunakan secara ilegal untuk menambah massa otot pada tubuh para atlet. Konsumsi steroid juga akan menurunkan produksi testosteron  alami tubuh. Namun penggunaan steroid tidak menyebabkan kerusakan permanen selama tidak dikonsumsi secara berlebihan. Setelah tiga bulan berhenti menggunakan steroid biasanya tubuh akan kembali memproduksi sperma.

  1. Konsumsi obat-obatan tertentu

Jenis obat-obatan yang biasanya mengganggu produksi sperma adalah Calcium channel blockers dan beta blocker yang sering digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, obat kemoterapi, dan perawatan kanker.  Jenis obat ini dapat menurunkan kualitas dan kuantitas sperma pada pria yang mengonsumsinya, terlebih dalam jangka panjang.

  1. Obesitas

Lemak berlebih memang tidak ada manfaatnya bagi tubuh. Justru akan mengganggu fungsi kerja berbagai organ tubuh termasuk salah satunya testis. Obesitas dapat mengakibatkan terganggunya produksi sperma yang berdampak negatif pada jumlah sperma, motilitas (gerakan) sperma, dan morfologi (ukuran dan bentuk) sperma.

Hal ini disebabkan karena kelebihan lemak dalam tubuh bisa mengubah testosteron menjadi estrogen.  Hormon estrogen yang berlebih dapat merusak pertumbuhan dan kualitas sperma.

 

Itulah beberapa kebiasaan yang mungkin tidak kita sadari menjadi penyebab berkurangnya sperma pada pria. Selain berkurang dalam hal jumlah, kualitas sperma pun akan menurun. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap kesuburan seorang pria.

Oleh karena itu, hindari kebiasaan-kebiasaan di atas serta selalu terapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan reproduksi dan  produksi sperma tetap normal.