BAHAYA MEMANASKAN SAYUR BAYAM

Anda penggemar sayuran? Pasti Anda pernah mengonsumsi bayam. Pernahkah Anda memanaskan kembali sayur bayam yang sudah dimasak? Hati-hati, memanaskan kembali sayur bayam sangat berbahaya bagi kesehatan.

Sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat yang sangat baik bagi tubuh. Mengonsumsi sayuran secara rutin dapat memberikan banyak manfaat untuk kesehatan, terutama sayuran yang berwarna hijau. Zat hijau pada sayuran atau biasa disebut dengan klorofil ini kaya akan antioksidan yang dapat mencegah radikal bebas. Selain itu klorofil juga memiliki efek detoksifikasi, dapat menyeimbangkan pH, menyerap mineral, mengontrol gula darah, dan dapat mencegah kanker.

Salah satu sayuran hijau yang paling banyak manfaatnya adalah bayam. Bayam sudah dikenal di kalangan masyarakat luas sebagai sayur yang kaya akan zat besi. Zat besi inilah yang dapat mencegah penyakit anemia. Selain zat besi, bayam juga mengandung banyak vitamin A, vitamin C, vitamin E, kalsium, serat, dan juga betakaroten. Ingat “Popeye”? Ya, tokoh kartun era 90-an yang sangat identik dengan sayur bayam. Dalam filmnya, dikisahkan ia akan menjadi sangat kuat setelah memakan bayam. Bukan berarti setelah memakan bayam kita akan menjadi sekuat Popeye. Akan tetapi, kira-kira sebesar itulah manfaat bayam bagi tubuh kita.

Meskipun banyak mengandung manfaat, tetapi ada hal-hal yang harus diwaspadai dalam mengolah bayam.  Salah-salah sayur bayam yang seharusnya menyehatkan malah bisa menjadi racun. Jangan pernah memasak bayam hingga terlalu matang dan jangan pernah memanaskan kembali bayam yang sudah diolah. Bayam yang terlalu matang atau dipanaskan ulang akan memunculkan racun yang berbahaya bagi tubuh.

Beberapa bahaya memanaskan sayur bayam:

  1. Memicu kanker

Bayam mengandung senyawa nitrat (NO3) yang akan bereaksi terhadap panas berlebih atau pemanasan ulang dan membentuk senyawa baru bernama nitrit (NO2). Nitrit ini kemudian dapat berubah menjadi nitrosamin yang merupakan zat karsiogenik yang dapat memicu tumbuhnya sel kanker.

  1. Blue baby syndrome

Senyawa nitrit yang terbentuk ini merupakan toksin yang sulit dinetralisir oleh hati. Sifatnya merusak komponen hemoglobin dan menyerap kandungan zat besi sebagai faktor pengikat oksigen di dalam hemoglobin. Akibatnya seluruh jaringan tubuh adan kebiru-biruan karena kekurangan oksigen. Pada bayi keadaan inilah yang dikenal dengan Blue Baby Syndrome.

  1. Hipoksia

Karena hemoglobin tidak dapat mengikat oksigen, jaringan akan mengalami hipoksia. Yaitu suatu kedaan dimana sel tubuh kekurangan pasokan oksigen sehingga mengakibatkan tubuh tidak bisa menjalankan fungsinya secara normal. Hipoksia ini sangat berbahaya karena dapat mengganggu fungsi otak, hati, dan organ lainnya dengan cepat.

 

Dalam proses pemasakan awal sebenarnya proses oksidasi sudah mulai terjadi. Maka secara perlahan-lahan, daun sayur ini akan berubah menjadi kehitaman dalam waktu antara 4-5 jam setelah dimasak. Akan tetapi, efek bahayanya tidak akan langsung terasa. Berbagai residu ini akan menumpuk dalam tubuh dan penyakitnya baru akan muncul setelah beberapa lama.

Setelah kita tahu bahaya racun yang ada pada bayam, lalu apakah kita harus menghindari untuk mengonsumsinya? Jawabannya tentu saja tidak. Pengolahan bayam secara tepat tentu akan tetap memberikan manfaat yang baik bagi tubuh.

Beberapa tips mengolah dan mengonsumsi sayur bayam agar didapatkan manfaatnya secara optimal:

  1. Cuci bersih bayam sebelum dimasak untuk menghindari efek bahaya lain, seperti penularan bakteri dan membersihkan sisa pestisida.
  2. Jangan memasak bayam terlalu lama untuk memperkecil proses oksidasi.
  3. Sesuaikan jumlah bayam agar habis sekali konsumsi.
  4. Segera habiskan sayur bayam yang telah dimasak, jangan biarkan hingga daun menghitam.
  5. Hindarkan memasak bayam pada bahan besi, sebaiknya gunakan bahan dari stainles steel untuk meminimalkan reaksi kimia yang terjadi saat memasak.