Mitos Atau Fakta, Bersepeda Bisa Menjadi Penyebab Disfungsi Ereksi

Bersepeda merupakan salah satu jenis olahraga yang digemari masyarakat, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Selain menyehatkan, bersepeda juga merupakan salah satu olahraga rekreasi. Namun para pria penggemar sepeda harus waspada, ada mitos yang menyebutkan bahwa bersepeda bisa menjadi penyebab disfungsi ereksi dan masalah prostat. Benarkan demikian?

Disfungsi ereksi merupakan salah satu jenis masalah kesehatan seksual yang paling umum dialami oleh pria. Berdasarkan data pada tahun 2008, sekitar 16 persen pria Indonesia yang berusia 20-75 tahun mengalami disfungsi ereksi. Meskipun bukan penyakit yang berbahaya, namun disfungsi ereksi mempunyai dampak psikologis bagi penderitanya. Hal ini juga berakibat pada keharmonisan hubungan dengan pasangan.

Secara umum disfungsi ereksi dapat didefinisikan sebagai ketidakmampuan penis untuk mengalami ereksi yang keras sehingga menyulitkan untuk melakukan penetrasi ketika melakukan hubungan seksual. Hal ini diakibatkan oleh kurangnya aliran darah yang melalui penis.

Banyak sekali faktor yang menjadi penyebab disfungsi ereksi. Beberapa faktor penyebabnya antara lain stres, pola makan tidak sehat, kurang tidur, serta kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol. Selain faktor-faktor tersebut, ternyata olahraga bersepeda juga bisa menjadi salah satu penyebab disfungsi ereksi.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Massachusetts Male Aging, bersepeda lebih dari tiga jam dalam seminggu meningkatkan risiko disfungsi ereksi pada pria. Sebanyak 3% dari pria yang gemar bersepeda mengalami gangguan disfungsi ereksi. Bahkan menurut penelitian ini hampir semua pria yang hobi bersepeda mengalami rasa sakit dan mati rasa pada alat kelamin ketika bersepeda dalam waktu yang lama.

Penelitian juga dilakukan terhadap sejumlah atlet sepeda untuk membuktikan hal ini. Dari hasil penelitian didapatkan fakta bahwa para atlet yang sering bersepeda memiliki risiko disfungsi ereksi yang lebih tinggi.  Sebagian besar para atlet mengeluhkan gangguan pada alat kelamin seperti susah buang air kecil, ereksi kurang keras dan tidak tahan lama, serta mati rasa pada alat kelamin.

Namun gangguan ereksi yang dialami para atlet bukan disebabkan oleh olahraga bersepeda, melainkan disebabkan oleh tempat duduk sepeda atau sadel yang kurang bagus. Hal ini telah dibuktikan melalui sebuah penelitian oleh Universitas California di San Diego.

Kegiatan bersepeda yang hanya dilakukan sekali atau dua kali dalam seminggu tidak akan menyebabkan disfungsi ereksi. Namun bagi para pesepeda “hardcore” duduk terlalu lama di atas sadel yang keras dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi. Hal ini disebabkan karena adanya risiko kerusakan pada saraf pudendal. Saraf pudendal merupakan saraf yang membungkus sebagian besar usus bawah, anus, perineum, dan alat kelamin bagian bawah. Saraf ini berfungsi untuk mengirimkan pesan-pesan ke otak berkaitan dengan sentuhan, tekanan, dan kegiatan seksual.

 

 

Bersepeda terlalu lama dapat menyebabkan saraf pudendal terjepit atau terkompresi. Kondisi ini disebut dengan Pudendal Nerve Entrapment (PNE) atau biasa disebut dengan Alcock canal syndrome. Meskipun saraf pudendal letaknya jauh di dalam tubuh, tetapi tekanan yang terlalu sering dan lama dapat meningkatkan risiko saraf terkompresi dan tidak menutup kemungkinan terjadi cedera saraf.

Kerusakan pada saraf pudendal dapat mengakibatkan hilangnya sensasi di daerah selangkangan dan perineum (area sekitar anus yang mempunyai fungsi seksual). Duduk berjam-jam di atas sepeda dengan mengayuh cepat dapat membuat aliran darah menuju penis tertahan di perineum. Tekanan dari berat badan dan sadel sepeda yang keras dapat menekan pembuluh darah dan saraf pada area perineum. Semakin lama waktu bersepeda, area perineum semakin lama tertekan juga. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan seksual salah satunya disfungsi ereksi.

 

Tips bersepeda agar tidak menyebabkan disfungsi ereksi

Meskipun memiliki risiko impotensi, namun bersepeda juga mempunyai manfaat yang besar bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya tidak meninggalkan olahraga bersepeda. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar bersepeda tidak menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan reproduksi, terutama pada pria.

Beberapa tips yang dapat dilakukan agar bersepeda tetap aman dan tidak menyebabkan gangguan seksual:

  1. Ganti sadel sepeda dengan sadel yang paling nyaman dan ketika diduduki tidak menimbulkan tekanan pada area perineum.
  2. Pilih sadel sepeda no-nose atau split-nose untuk meminimalkan tekanan pada bagian penis.
  3. Pasang sadel dengan sudut yang tepat, yaitu condong ke bawah.
  4. Atur ketinggian sadel, jangan memasang sadel terlalu tinggi karena akan menyebabkan pengendara harus menggeser badan dari sisi ke sisi yang akan menimbulkan iritasi di area perineum.
  5. Setiap 10 menit lakukan posisi berdiri di pedal untuk memperbaiki aliran darah ke penis.
  6. Jangan mengendarai sepeda terlalu sering dan terlalu lama. Berhenti untuk beristirahat selama beberapa menit untuk melakukan peregangan.

 

Baca Juga:

Lakukan 4 pose yoga ini untuk mengatasi ejakulasi dini

 

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa bersepeda memang meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi. Namun bukan olahraganya yang menyebabkan gangguan ini. Melainkan kesalahan memilih dan mengatur letak sadel serta lamanya waktu bersepeda.

Untuk menghindari terjadinya disfungsi ereksi bukan berarti harus meninggalkan olahraga ini, tetapi hanya perlu melakukan beberapa tips di atas agar didapatkan manfaat yang optimal dari bersepeda. Para pecinta sepeda juga tidak perlu khawatir secara berlebihan, karena bersepeda bukan menjadi faktor utama penyebab disfungsi ereksi.