Makanan Rebus VS Kukus, Manakah yang Lebih Sehat?

Makanan Rebus VS Kukus, Manakah yang Lebih Sehat?

UniHerba.com – Dalam urusan dapur, metode pengolahan makanan tak boleh diabaikan. Apalagi bagi Anda yang ingin memulai menjalani pola hidup sehat. Di dapur, ada beraneka ragam cara memasak, dan yang identik dengan makanan sehat adalah dengan cara di rebus atau di kukus. Namun, manakah diantara keduanya yang lebih bergizi?

Untuk lebih detailnya, pembahasan antara direbus dan dikukus akan kami bahas berikut ini. Yang jelas makanan yang dikukus dan juga di rebus adalah makanan yang sehat. Meskipun sehat, namun ada beberapa jenis makanan yang tidak boleh direbus atau dikukus. Untuk lebih lengkapnya, yuk kita simak berikut ini.

Antara Makanan yang Kukus dan Rebus

Ada beberapa makanan yang baiknya di kukus saja, ada juga makanan lainnya yang yang lebih bsiknya di rebus saja. Nah, berikut ini kami akan membahas sayur dan juga daging, karena kedua jenis makanan ini merupakan makanan yang sering kita konsumsi seharihari. Apakah lebih baik direbus ataukah dikukus.

Sayuran Lebih Baik Dikukus

bolu kukus, brownies kukus,kue kukus, kukus, kukusan, mie rebus, mie rebus medan, resep nugget, mie rebus, mie rebus medan, resep nugget, sayur kukusDalam memasak, jika tidak dilakukan dengan tepat, dapat menghilangkan beberapa nutrisi penting dalam makanan. Misalnya, dalam pengolahan sayuran. Sayuran lebih baik dikukus ketimbang direbus, ini semua agar nutrisi yang terkandung dalam sayur tidak banyak hilang. Penelitian ini telah dilakukan oleh Zhejiang University di Cina, dan membuktikan demikian.

Berbeda lagi jika sayuran dimasak dengan cara dikukus, saat proses pengukusan brokoli, kandungan nutrisi (termasuk vitamin C dan folat) yang hilang, ini jauh lebih sedikit daripada dengan cara direbus. Selain itu, study lain yang dipublikasikan di British Journal of Nutrition menyebutkan bahwa merebus dapat menghilangkan kandungan nutrisi sayuran 50% lebih banyak dibandingkan dengan mengukusnya.

Namun, entah dikukus atau direbus sama-sama dapat meningkatkan kandungan antioksidan yang ada di dalam sayuran dibandingkan jika dikonsumsi mentah, hal ini seperti dilansir Journal of Agricultural and Food Chemistry.

1. Penderita Batu Ginjal Harus Hati-hati

Meski pengolahan sayuran dengan cara dikukus dianggap lebih sehat daripada direbus, namun dilaporkan dalam jurnal Journal of Agricultural and Food Chemistry bahwa penderita batu ginjal lebih baik mengonsumsi sayuran dengan cara direbus ketimbang dikukus.

Hal ini dikarenakan proses perebusan akan menghilangkan 87% kandungan oksalat yang ada di dalam sayuran, sementara metode pengukusan hanya membuang oksalat sebesar 53%. Untuk diketahui, makanan tinggi oksalat (seperti sayuran hijau, bit, ubi, dan kacang polong) dapat menaikkan risiko pembentukan batu ginjal.

2. Minum Stonof untuk Penyembuhan Batu Ginjal

Bagi yang penderita penyakit batu ginjal, jangan berputus asa. Kami (Perhimpunan Herbalis Indonesia) merekomendasikan kepada untuk mengkonsimsi herbal Stonof secara rutin. Herbal ini sangat aman dikonsumsi dan tidak menyebabkan efek samping, sebab semuanya terbuat dari bahan herbal 100% alami baik isi maupun cangkang kapsulnya.

Untuk informasi Herbal Stonof selangkapnya, silahkan klik disini.

Bagaimana dengan Pengolahan Daging?

bolu kukus, brownies kukus,kue kukus, kukus, kukusan, mie rebus, mie rebus medan, resep nugget, mie rebus, mie rebus medan, resep nugget, sayur kukusTahukah Anda bahwa dalam memasak, kandungan protein di dalam daging akan semakin banyak yang hilang seiring dengan semakin tinggi suhu yang digunakan? Misalnya, mengolah daging dengan suhu 40 0C akan menghilangkan protein sebanyak 9,7%. Sementara itu, jika suhunya 80 0C maka akan melenyapkan protein hingga 89,7%.

Namun sayangnya, mengolah daging seperti ayam memang membutuhkan suhu yang tinggi. Karena jika tidak dimasak hingga matang, dagingnya rentan menimbulkan berbagai penyakit.

Saat merebus ayam misalnya, diperlukan suhu setidaknya 100 0C hingga daging ayam betul-betul matang dan layak dikonsumsi. Sedangkan jika dikukus “hanya” membutuhkan suhu 76 0C hingga matang. Akan tetapi, banyak orang menganggap metode pengukusan ini tidak praktis, karena di kukus akan membutuhkan waktu yang lama.

Demikianlah perbadaan antara masakan yang direbus dan juga dikukus, meskipun sama-sama menyehatkan namun ada bebeapa makanan yang tidak baik untuk di kukus atau di rebus, terutamanya bagi Anda yang memiliki penyakit batu ginjal seperti yang dijelaskan diatas.  Lalu bagaimana dengan Anda? Metode memasak rebus atau kukus yang akan Anda pilih untuk mengolah makanan?

 


Baca artikel kesehatan lainnya >>

Mengenal Diabetes Nefropati dan Cara untuk Mengobatinya

Kenalilah Kondisi Kesehatan Lewat Limbah yang Dikeluarkan Tubuh

Rahasia Perut Langsing dalam Seminggu

Dampak Sirkulasi Darah Terhadap Kesehatan Tubuh