Temu Putih, Ramuan Herbal Alami Mengobati Kanker Hati

Ramuan herbal alami mengobati kanker hati – Kanker hati adalah pertumbuhan sel kanker yang menyerang organ hati atau liver. Kanker hati berada di urutan kedua sebagai penyebab kematian terbesar akibat kanker di seluruh dunia, setelah kanker paru-paru. Sekitar 83% kasus kanker hati terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Tingginya kasus kanker hati di negara-negara berkembang disebabkan oleh tingginya kasus hepatitis B dan C di negara-negara tersebut.

Berdasarkan data tahun 2012, di Indonesia sendiri diperkirakan setiap tahun kasus kanker hati meningkat sekitar 18.000 kasus. Angka ini diperkirakan akan meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penderita hepatitis B dan C yang saat ini sudah mencapai 30 juta jiwa.

Berdasarkan lokasi pertumbuhan dan penyebarannya (metastasis), kanker hati dibedakan menjadi dua, yaitu kanker hati primer dan sekunder. Kanker hati primer adalah kanker yang berkembang dari sel hati utama atau hepatosit. Kanker hati primer yang paling umum terjadi adalah hepatocellular carcinoma (HCC)/hepatoma. Kanker ini merupakan komplikasi dari penyakit hepatitis (peradangan hati) dan kondisi sirosis (pengerasan hati). Kanker hati primer termasuk jenis kanker yang berpotensi fatal.

Sedangkan kanker hati sekunder merupakan kanker yang bermula dari bagian tubuh lain kemudian menyebar dan tumbuh di organ hati. Yang paling sering terjadi adalah penyebaran kanker dari usus besar, kanker payudara, kanker paru-paru, kanker pankreas, kanker lambung, kanker ovarium, dan kanker kulit. Kanker sekunder merupakan kanker yang lebih sering terjadi dibandingkan dengan kanker primer.

 

Kanker hati dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

  1. Gaya hidup tidak sehat

Gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi faktor pemicu kanker hati. Salah satunya adalah konsumsi alkohol. Mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan kerusakan hati permanen. Selain itu kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak pengawet, merokok, serta kebiasaan begadang dapat meningkatkan risiko kanker hati.

  1. Obesitas

Obesitas dapat meningkatkan risiko kanker hati. Adanya perlemakan di hati lama-kelamaan akan memicu pertumbuhan sel yang tidak normal sehingga menyebabkan kanker.

  1. Hepatitis

Infeksi virus hepatitis B dan hepatitis C menyebabkan penderita mengalami peradangan hati yang berisiko memicu kerusakan serta pengerasan pada organ hati (sirosis). Kondisi ini kemudian dapat berkembang menjadi kanker hati.

 

Tubuh yang terserang penyakit kanker hati biasanya terlebih dahulu mengalami beberapa gejala. Namun, beberapa tidak menyadari gejala-gejala tersebut sampai mencapai stadium lanjut. Berikut beberapa gejala kanker hati yang harus diwaspadai sejak dini:

  1. Badan sering mudah lelah
  2. Penurunan berat badan tanpa sebab secara drastis
  3. Nafsu makan menurun, mual dan muntah
  4. Terserang sakit kuning, bagian mata dan kuku menguning akibat meningkatnya kadar bilirubin dalam tubuh

Jika mengalami gejala seperti di atas, segera lakukan beberapa langkah pengobatan. Segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan pengobatan yang tepat. Selain itu, segera perbaiki gaya hidup dan pola makan. Pengobatan secara alami juga diperlukan, yaitu dengan mengonsumsi tanaman anti kanker. Salah satu tanaman yang berkhasiat mengobati kanker adalah temu putih.

 

Temu putih merupakan tanaman herbal yang sudah sangat dikenal berkhasiat mengobati berbagai macam penyakit. Kandungan di dalam temu putih mampu mengobati berbagai jenis kanker, terutama kanker hati. Kandungan temu putih yaitu:

  1. Minyak Atsiri

Temu putih mempunyai kandungan minyak atsiri sebesar 3%. Minyak atsiri mempunyai peran dalam membantu regenerasi sel-sel hati yang mengalami kerusakan. Selain itu, minyak atsiri juga berfungsi meningkatkan produksi getah empedu. Di dalam minyak atsiri terkandung beberapa komponen seperti seskuiterpen, a-curcumene, siskloisoprenmycrene, zingiberence, dan xanthorrizol yang dapat membantu fungsi hati lebih optimal. Xanthorrizol yang terkandung di dalam minyak atsiri merupakan zat antikanker yang efektif mengobati kanker hati dan kanker payudara.

  1. Kurkuminoid

Kurkuminoid mengandung senyawa kurkumin dan desmetoksikurkumin. Senyawa ini mempunyai manfaat untuk menetralkan racun, menghilangkan peradangan sendi, meningkatkan sekresi empedu, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, serta sebagai antioksidan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. selain itu kurkuminoid juga berfungsi mengurangi perasaan mual akibat pengobatan kemoterapi kanker.

 

Penderita kanker yang rajin mengonsumsi temu putih akan merasakan manfaatnya. Beberapa manfaat temu putih bagi pengobatan kanker hati yaitu:

  • Mematikan sel kanker sedikit demi sedikit sehingga menurunkan stadium kanker
  • Mengurangi efek dari kemoterapi dan obat-obatan medis
  • Meningkatkan nafsu makan
  • Mengurangi peradangan kelenjar dan rasa nyeri di bagian yang terkena kanker
  • Meningkatkan daya tahan tubuh

Temu putih bisa dikonsumsi dalam bentuk minuman. Caranya adalah:

  1. Siapkan 1-2 rimpang temu putih
  2. Cuci bersih dan dipisahkan dari kulitnya Parut halus temu putih
  3. Dapat ditambahkan daun meniran, parutan lengkuas, parutan jahe, asam, dan tanaman obat lainnya yang dapat mendukung fungsi dari temu putih tersebut
  4. Rebus ramuan di dalam 300 cc air hingga mendidih
  5. Minum secara rutin 1 kali sehari

 

Bagi yang tidak ingin repot tetapi ingin mendapatkan manfaat temu putih, tidak perlu khawatir masih ada solusinya. Naturacan merupakan obat herbal alami yang berkhasiat mengobati berbagai penyakit kanker. Terbuat dari bahan-bahan alami yang aman dikonsumsi bahkan dalam jangka panjang dan tidak menimbulkan efek samping.

Dalam satu kapsul Naturacan mengandung ekstrak phaleria macrocarpa fructus (mahkota dewa), curcumae zedoariae rhizoma (temu putih), andrographis paniculata herba (sambiloto). Obat ini aman karena terdaftar resmi di Badan POM dan sudah mendapatkan sertifikat halal.

Beberapa khasiat Naturacan:

  • Menjaga kondisi kesehatan penderita kanker
  • Meningkatkan imunitas (kekebalan tubuh)
  • Sebagai antitumor, hepatoprotektif, anti-peradangan, dan analgesik
  • Sebagai detoks dan anti racun