Tips Mengajarkan Pendidikan Seks kepada Anak Usia Dini

Seks bukanlah sesuatu hal yang tabu untuk dibicarakan. Mengajarkan pendidikan seks sangatlah penting untuk dilakukan orang tua pada anak sejak usia dini. Melalui pendidikan seks yang diberikan, diharapkan anak mampu melindungi dirinya dari pelecehan seksual.

 

Mengapa anak perlu diberikan pendidikan seks?

Sebagaimana yang kita ketahui, masih banyak berita tentang pelecehan seksual yang kita dengar. Baik pelecehan seksual di kalangan dewasa maupun anak-anak. Hal ini membuktikan kurangnya sex education di kalangan masyarakat kita.

Mindset masyarakat yang masih menganggap tabu untuk membicarakan seks adalah faktor utamanya. Masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa membicarakan seks sama dengan mengajarkan berhubungan seks, terutama kepada anak-anak. Mereka menganggap bahwa pendidikan seks akan didapatkan sendiri oleh anak seiring berjalannya usia. Padahal ini sangat keliru.

Di era globalisasi yang semuanya serba digital seperti sekarang ini, anak-anak sangat mudah mengakses apapun yang mereka mau. Segala informasi bisa dengan mudah mereka dapatkan hanya melalui gadget. Namun, tidak semua informasi memberikan dampak perkembangan yang baik untuk anak. Terlebih anak belum bisa memilah mana informasi yang baik dan mana informasi yang tidak baik. Inilah sebabnya pendidikan seks usia dini wajib diberikan langsung oleh orang tua kepada anaknya.

Melalui pendidikan seks yang diberikan orang tua, diharapkan di kemudian hari anak bisa menjaga dirinya sendiri dari pelecehan seksual serta tidak mudah dijerumuskan oleh informasi-informasi dari luar yang tidak bertanggung jawab.

 

Bagaimana cara mengajarkan pendidikan seks kepada anak-anak?

Mengajarkan pendidikan seks kepada anak-anak tentulah berbeda dengan mengajarkan kepada orang dewasa. Pola pikir anak belum bisa menerima beberapa informasi tertentu. Jadi, orang tua juga tidak boleh sembarangan dalam mengajarkan anak tentang pendidikan seks.

Berikut beberapa tips bagaimana mengajarkan pendidikan seks untuk anak usia dini:

  1. Biasakan melakukan komunikasi terbuka dengan anak

Dengan adanya kebiasaan berkomunikasi antara orang tua dan anak, maka akan semakin memudahkan dalam hal transfer informasi dari orang tua ke anak, ataupun sebaliknya. Anak juga akan merasa nyaman menceritakan atau bertanya apapun kepada orang tua.

  1. Kenalkan anak dengan bagian-bagian tubuhnya

Kenalkan nama-nama bagian tubuh anak, termasuk bagian organ reproduksi seperti penis, vagina, ataupun payudara. Hal ini bertujuan jika terjadi sesuatu dengan organ tersebut, anak bisa dengan mudah menyampaikan ke orang tua.

  1. Kenalkan bagian tubuh mana saja yang tidak boleh dilihat dan disentuh oleh sembarang orang

Setelah mengetahui nama-nama dari bagian tubuh, berikan informasi selanjutnya. Yaitu bagian mana saja yang tidak boleh dilihat dan disentuh oleh sembarang orang. Misalnya bagian kemaluan, dada, dan pantat.

Berikan informasi bahwa bagian-bagian tersebut hanya boleh disentuh pada kondisi tertentu. Misalnya boleh disentuh oleh ibu saat memandikan dan dokter saat memeriksa.

  1. Kenalkan konsep jenis kelamin

Berikan pemahaman pada anak bahwa di dunia ini ada 2 jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan. Ajarkan juga bagaimana perbedaan dan kegunaan bagian-bagian tubuh antara keduanya. Misalkan wanita memiliki payudara yang nanti ketika memiliki anak fungsinya adalah untuk menyusui. Sedangkan laki-laki tidak mempunyai karena laki-laki tidak menyusui.

  1. Ajarkan anak untuk “malu”

Budaya malu ini dapat diajarkan kepada anak dengan mengajarkan tentang etika dan kesopanan. Berikan pemahaman agar anak berani berkata “tidak” apabila ada orang lain yang memintanya untuk melepas pakaian dan menunjukkan bagian-bagian tubuhnya. Begitupun saat ada orang yang ingin menyentuh bagian-bagian pribadinya.

  1. Ajarkan anak cara mencegah terjadinya pelecehan seksual

Selain mengenalkan bagian-bagian tubuh pada anak, orang tua juga harus mengajarkan anak bagaimana cara untuk mengantisipasi terjadinya pelecehan seksual.

Misalnya saja jika tiba-tiba ada orang asing yang menyentuh, meminta untuk membuka baju, atau menunjukkan bagian-bagian tubuhnya, ajarkan anak untuk berteriak, berlari menjauh, dan melaporkan kepada orang tua atau orang yang ada di sekitar.

 

 

Pemahaman yang benar tentang seks dapat membentuk pribadi anak yang bijak dalam memilih, bersikap, dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukan. Itulah mengapa mengajarkan pendidikan seks sedini mungkin sangatlah penting agar setelah dewasa anak tidak mudah terjebak pada pergaulan bebas.