Tips Merawat Payudara Saat Hamil Hingga Melahirkan

Merawat payudara saat hamil sangatlah penting. Payudara yang sehat dan terawat akan menghasilkan ASI yang sehat pula untuk bayi. Berikut beberapa tips merawat payudara yang benar bagi ibu hamil.

ASI merupakan sumber makanan utama bagi bayi yang baru lahir. Kandungan gizi yang lengkap pada ASI sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Lengkapnya komposisi ASI tidak dapat disamai atau digantikan oleh susu formula merek apa pun. Oleh karena itu selayaknya ibu hamil melakukan perawatan sebaik mungkin untuk payudaranya, mengingat payudara merupakan pabrik tempat ASI dihasilkan.

Melakukan perawatan payudara harus dilakukan sedini mungkin guna mempersiapkan kelahiran si jabang bayi. Perawatan yang terlambat dapat menyebabkan berbagai masalah yang nantinya akan menghambat proses menyusui ketika bayi sudah lahir. Dan jika hal ini terjadi tentu dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi.

 

Selain menghasilkan ASI yang lebih sehat, merawat payudara memiliki banyak manfaat lain. Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari perawatan payudara adalah sebagai berikut:

  1. Menjaga kebersihan payudara, terutama pada bagian puting susu. Puting susu yang bersih dapat membuat keluarnya ASI menjadi lancar, sehingga bayi tidak mengalami kesulitan saat menyusu.
  2. Melenturkan dan menguatkan puting susu, puting susu yang lentur dan kuat dapat memudahkan bayi dalam menyusu.
  3. Memperlancar ASI, hal ini dikarenakan kelenjar-kelenjar air susu akan terangsang untuk memproduksi ASI lebih banyak lagi.
  4. Mendeteksi kelainan payudara sejak dini agar segera dapat dilakukan upaya untuk mengatasinya.
  5. Menyiapkan mental ibu hamil untuk menyusui ketika bayi lahir.

 

Sebaliknya, payudara yang tidak dirawat dengan baik dapat menimbulkan dampak-dampak negatif, baik bagi ibu maupun bagi bayi. Perawatan payudara yang baru dilakukan menjelang atau bahkan setelah melahirkan dapat meningkatkan risiko-risiko sebagai berikut:

  1. ASI tidak keluar, ini yang biasanya umum terjadi karena kelenjar ASI tidak dirangsang dan dipersiapkan jauh-jauh hari. Pada kondisi ini biasanya ASI baru keluar pada hari kedua atau bahkan lebih dari 3 hari.
  2. Puting susu tidak menonjol, hal ini mengakibatkan bayi kesulitan menyusu dan menjadi rewel karena kebutuhan ASInya tidak tercukupi.
  3. Produksi ASI sedikit, hal ini sangat berbahaya bagi bayi karena bayi yang kekurangan asupan ASI dapat terhambat pertumbuhannya.
  4. Infeksi payudara, payudara yang terinfeksi biasanya akan mengalami bengkak bahkan bernanah.
  5. Muncul benjolan pada payudara

 

Perawatan payudara idealnya dilakukan sejak awal kehamilan. Pada tiap fase kehamilan, perawatannya pun berbeda. Berikut tips merawat payudara yang tepat untuk masing-masing fase kehamilan:

Usia kehamilan 3 bulan

Perawatan payudara yang dapat dilakukan ketika usia kehamilan 3 bulan adalah merangsang keluarnya puting susu agar lebih menonjol. Hal ini bertujuan agar memudahkan bayi untuk menyusu ketika telah lahir.

Puting susu normal akan menonjol keluar. Perawatan dapat dilakukan dengan cara:

  • Pijat dasar puting susu secara perlahan untuk memeriksa apakah puting susu datar atau masuk ke dalam
  • Gunakan dua jari untuk melakukan piajatan agar puting susu menonjol.
  • Urut daerah di sekitar puting susu ke arah berlawanan menuju dasar payudara sampai ke seluruh daerah payudara.
  • Lakukan pemijatan sebanyak dua kali dalam sehari selama 6 menit.

Usia kehamilan 6-9 bulan

Pada usia kehamilan 6-9 bulan, perawatan payudara harus dilakukan dengan lebih intensif dari sebelumnya. Perawatan yang dilakukan pada usia kehamilan ini dipersiapkan untuk keberhasilan menyusui ketika bayi lahir.

Perawatan payudara dapat dilakukan dengan langkah berikut:

  • Oleskan minyak kelapa di kedua telapak tangan.
  • Kompres puting susu sampai areola mamae (bagian kecokelatan di sekitar puting) dengan minyak kelapa selama 2-3 menit. Pengompresan bertujuan untuk melunakkan kotoran atau kerak yang menempel pada puting susu agar mudah dibersihkan. Jangan sekali-kali membersihkan puting susu dengan alkohol atau bahan lain yang memiliki sifat iritasi karena justru akan menyebabkan puting susu lecet.
  • Pegang kedua puting susu, kemudian tarik dan putar ke arah dalam dan luar secara lembut.
  • Pegang pangkal payudara dengan kedua tangan, lalu urut ke arah puting susu sebanyak 30 kali dalam sehari.
  • Pijat kedua areola mamae hingga keluar 1-2 tetes air susu.
  • Bersihkan kedua payudara dengan handuk kering dan bersih.
  • Pakai bra yang tidak ketat dan dapat menopang payudara, jangan pakai bra yang ketat dan dapat menekan payudara selama masa hamil.

 

Lakukan perawatan seperti langkah-langkah di atas sebagai upaya untuk mempersiapkan ASI bagi kelahiran bayi Anda. Namun yang harus diingat adalah perawatan harus dilakukan secara rutin, bukan hanya sekali dua kali. Lakukan perawatan dengan sebaik mungkin dan dengan telaten. Jangan pernah bosan melakukannya karena manfaatnya sangat besar bagi diri Anda sendiri maupun bagi bayi Anda.