Waspadai Komplikasi Diabetes yang Sangat Mengerikan Ini

Diabetes yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai komplikasi penyakit yang lebih berbahaya. Apa saja komplikasi diabetes yang mungkin terjadi? Berikut ulasannya.

Diabetes bukan hanya penyakit yang menyebabkan kadar gula darah menjadi sangat tinggi. Lebih dari itu, tingginya kadar gula dalam darah dapat menyebabkan berbagai komplikasi penyakit berbahaya lainnya. Seperti halnya yang terjadi pada Amoroso Katamsi, aktor senior pemeran Letjend Soeharto dalam film Pengkhianatan G30S/PKI. Beliau meninggal pada Selasa (17/4/2018) lalu akibat komplikasi diabetes yang dideritanya selama bertahun-tahun.

Diabetes memang penyakit yang berbahaya, namun penderita diabetes tetap dapat hidup secara normal layaknya orang-orang pada umumnya. Penderita diabetes juga tidak selalu mempunyai badan yang sangat kurus, tidak selalu mengalami kelainan pada ginjal, dan tidak juga selalu menggunakan insulin untuk mencegah kenaikan kadar gula darah setiap harinya.

Penderita diabetes tidak selalu mengalami hal-hal mengerikan seperti di atas selama selalu bisa mengontrol kadar gula dalam darahnya. Jadi saat kadar gula dalam darah selalu terkontrol maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Penderita tetap dapat beraktivitas layaknya orang normal.

Akan tetapi, jika gula darah tidak terkontrol, berbagai penyakit lain akan mulai berdatangan untuk menyerang. Beberapa komplikasi diabetes bahkan dapat merusak berbagai organ dalam tubuh. Lalu apa saja penyakit yang disebabkan oleh diabetes? Berikut penjelasannya:

  1. Nefropati Diabetik

Komplikasi nefropati diabetik ini menyerang ke organ ginjal. Penderita diabetes yang gula darahnya tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Rusaknya ginjal menyebabkan tidak dapat tertahannya protein tubuh, yang akhrnya akan keluar bersama dengan urin.

Adanya kandungan protein dalam urin merupakan tanda dari mulai rusaknya ginjal. Jika tidak segera ditangani kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Ginjal yang telah mengalami kerusakan maka fungsinya juga akan semakin menurun. Akibatnya berbagai zat racun tidak dapat dikeluarkan dan menumpuk di dalam tubuh.

  1. Retinopati Diabetik

Retinopati diabetik merupakan komplikasi diabetes yang menyerang bagian mata. Kondisi ini merupakan keadaan dimana darah terakumulasi pada retina mata. Hal ini akan mengganggu fungsi retina dalam menerima stimulasi cahaya. Akibatnya penglihatan mata akan mengalami penurunan secara perlahan-lahan. Dan jika tidak segera ditangani dengan benar, maka pembuluh darah mata akan lebih rentan pecah dan berdarah.

  1. Neuropati Diabetik

Komplikasi Neuropati diabetik biasanya menyerang saraf pada kaki. Pasien dengan neuropati diabetik akan sering mengalami keluhan kesemutan atau perasaan seperti baal pada bagian tubuh tertentu. Akibat minimnya rasa sakit yang terjadi pada kaki maka penderita akan lebih sering terluka di bagian kaki.

  1. Penyakit pembuluh darah perifer

Pembuluh darah perifer merupakan pembuluh darah yang berfungsi mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh. Tidak terkontrolnya kadar gula darah dapat menyebabkan rusaknya pembuluh darah ini. Rusaknya pembuluh darah ini dapat meyebabkan aliran darah menjadi tidak normal dan mengganggu seluruh aktivitas metabolisme tubuh.

Bahkan kerusakan pembuluh darah perifer bersama dengan nefropati diabetik dapat menyebabkan luka pada kaki yang sulit disembuhkan dan bahkan bisa menjadi gangren.

  1. Penyakit jantung koroner

Tingginya kadar gula darah dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang mengontrol jantung dan pembuluh darah. Jika terus dibiarkan, maka semakin lama akan semakin tinggi pula kemungkinan penyakit jantung yang diderita akan berkembang.

  1. Penyakit pembuluh darah otak

Diabetes dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah otak. Akibatnya, hal ini dapat mengakibatkan serangan stroke, sehingga penderita mengalami penurunan kekuatan otot tubuh, kelumpuhan, dan bahkan penurunan kesadaran.

Mengingat begitu berbahayanya komplikasi diabetes, maka penderita diabetes hendaknya selalu menjaga kadar gula darah agar tetap stabil. Mengontrol kadar gula darah dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, terutama menjaga pola makan. Hindari makanan yang mengandung kadar gula tinggi. Dan yang paling penting jangan lupa lakukan olahraga secara teratur.